CERITA DARI FINAL UEFA CHAMPIONS LEAGUE 2017

Wednesday, June 07, 2017

CERITA DARI FINAL UEFA CHAMPIONS LEAGUE 2017

CERITA DARI FINAL UEFA CHAMPIONS LEAGUE 2016/2017

Perjalanan ke Newport, Wales
Tidak pernah terbayangkan sebelumnya bagi saya untuk menjadi bukti hidup dalam menyaksikan sejarah kemenangan Real Madrid untuk keduabelas kalinya diajang Final UEFA Champions League 2016/2017. Benar-benar pengalaman baru yang tidak pernah tidak terpikirkan sebelumnya dapat melihat langsung pertandingan besar yang bersama puluhan ribu orang dari seluruh dunia yang datang untuk mendukung baik Juventus maupun Real Madrid yang bermain di laga final.

Hal ini tentunya tidak lepas dari dukungan Nissan Global sebagai salah satu sponsor pagelaran Liga Champions Eropa & Nissan Motor Indonesia sebagai pihak yang memilih tulisan “Mengenal Layanan Purna Jual Terbaru Nissan Indonesia” sebagai salah satu tulisan terbaik dari ratusan blogger pada kompetisi yang diadakan oleh Nissan Motor Indonesia.

CERITA DARI FINAL UEFA CHAMPIONS LEAGUE 2017
CERITA DARI FINAL UEFA CHAMPIONS LEAGUE 2017
CERITA DARI FINAL UEFA CHAMPIONS LEAGUE 2017
CERITA DARI FINAL UEFA CHAMPIONS LEAGUE 2017

Saya tidak akan membahas tentang permainan Juventus vs Real Madrid, tapi bagaimana rasanya melihat langsung pertandingan yang dinantikan jutaan mata dunia di Cardiff Natinonal Stadium of Wales, UK. Kami delegasi Indonesia berjumlah 7 orang, berangkat dari Jakarta ditanggal 1 Juni 2017, dan mendarat di Heathrow International Airport di tanggal 2 Juni 2017 pagi hari, sebenarnya ini bukan perjalanan terpanjang saya, karena sebelumnya saya pernah transit lebih lama ketika penerbangan Amsterdam – Prague di tahun 2016. Namun di trip kali ini saya mengalami antrian terpanjang untuk memasuki sebuah Negara, 2 jam lebih untuk lolos imigrasi UK, untung saya dalam kondisi senang, tenang dan sehat-sehat saja. Setelah lolos dari berbagai pertanyaan klise staff imigrasi, kami disambut oleh staff Nissan yang akan langsung mengantarkan kami ke tempat kami menginap di Wales.

Sempat menunggu beberapa saat, karena banyaknya delegasi dari seluruh dunia yang datang di hari itu kami akhirnya langsung menuju Magellan Cruise yang berlabuh di Newport, Wales yang menempuh waktu hampir 3 jam. Awalnya saya pikir kami akan menginap di London, karena sebelum berangkat saya sempat iseng untuk “google” hotel di Cardiff dan hampir semuanya sudah full book, mengingat akan ada acara sebesar ini pastinya hotel akan habis dipesan, bahkan ketika perjalanan menuju Millennium Stadium saya melihat beberapa orang mendirikan tenda disemak-semak (mungkin hemat juga biaya hotel).

Kebetulan perjalanan kemarin bersamaan dengan bulan Ramadhan dan musim panas di bagian bumi utara, yang mana waktu puasa adalah lebih dari 18 jam (sungguh luar biasa bagi yang menjalankannya), namun tidak seperti di Indonesia, suhu rata2 di Inggris masih sekitar 15-20 derajat celcius di bulan Juni yang sudah masuk musim panas, bahkan 6 derajat celcius ketika malam hari (paling tidak kepala & badan tidak menguap seperti ketika berpuasa di daerah tropis).

Sesampainya di Newport, kami langsung check-in ke kabin (sebutan untuk akomodasi di kapal pesiar, kita sebut saja kabin alih-alih kamar) untuk mandi & beristirahat sejenak sebelum acara pembukaan dari pihak Nissan yang diadakan malam hari jam 8 malam, ketika langit masih terang, tentunya belum waktunya berbuka puasa.

A post shared by Herdiana Surachman (@herdianahs) on


CERITA DARI FINAL UEFA CHAMPIONS LEAGUE 2017

Layaknya acara penyambutan, disediakan stan-stan makanan dan para crew kapal yang berlalu lalang menawarkan canapΓ©s. Beberapa dari mereka adalah orang Indonesia yang bekerja untuk kapal tersebut, kami sempat mengobrol dengan mereka, karena nampaknya mereka senang sekali melihat orang Indonesia setelah beberapa lama bekerja di kapal tersebut, dan yang bikin saya kaget beberapa dari mereka tidak tahu bahwa kapal tempat mereka bekerja sedang berlabuh di Wales. Saya sendiri hanya bisa bertahan beberapa jam saja sampai akhirnya kembali ke kabin untuk tidur.

Juventus vs Real Madrid di Cardiff Millennium Stadium
Kami diantar oleh bus yang dari Newport ke Cardiff City Center, perjalanan tol yang memakan waktu kurang lebih 30 menit. Sudah banyak bus terparkir dan orang-orang dengan tag yang diacung-acungkan, khawatir rombongan terpisah-pisah. Saya sendiri juga khawatir tersesat hahaha, apalagi dengan puluhan ribu orang yang bersemangat meneriakan yel-yel entah hanya mereka dan kelompoknya yang tahu.

CERITA DARI FINAL UEFA CHAMPIONS LEAGUE 2017
CERITA DARI FINAL UEFA CHAMPIONS LEAGUE 2017

Dan atmosfir perbolaan pun sudah sangat terasa, banyak orang lalu lalang, mengambil foto, berdesak-desakan dan saling teriak-teriak, tapi tidak sampai anarki ya. Walau ada beberapa yang saya perhatikan sepertinya sudah depresi duluan. Tapi hampir semua orang bersemangat dengan pertandingan ini, kecuali yang tidak punya tiket masuk atau memalsukan tiket, karena ada yang tidak dijinkan masuk karena barcode tiketnya tidak terbaca dan bentuk tiketnya juga tidak meyakinan.
Sebelum masuk kami diberitahu tidak boleh bawa tas dll khas peraturan stadion, namun ternyata pemeriksaan tidak sampai seektrim itu, banyak yang bawa tas, walau tetap diperiksa isinya sebelum masuk stadion. Hanya saja memang lebih nyaman tidak bawa apa-apa kecuali yang penting saja, karena saking banyaknya orang. Kami masuk lebih awal menghindari pusingnya mencari kursi. Walau di tiket sudah tertera, mulai dari masuk di gate berapa, tangga, level, aisle, block, deretan dan juga no berapa. Terbayang ngerinya kalau telat masuk,pergi  ke toilet saja, sudah hampir pusing kembalinya.

Rombongan undangan Nissan duduk di Block U27, membelakangi pemain dan panggung sebenarnya, dan saya duduk di barisan akhir dari undangan, jadi diatas saya sudah orang-orang umum. U27 dekat dengan South Stand, dimana ribuan pendukung Juventus bersemayam, dan otomatis pula bahwa saya dikelilingi oleh para Juventini, walau ada beberapa penonton didepan saya yang mendukung Madrid. Tapi kuat sekali rasanya duduk diantara pendukung Juventus, bagai sudah bosan dengan juara yang itu-itu saja, saya merasakan lebih banyak orang yang mendukung Juventus saat itu bahkan ketika saya berjalan dari Castle Street menuju gate 7 Cardiff National Stadium of Wales.

CERITA DARI FINAL UEFA CHAMPIONS LEAGUE 2017
CERITA DARI FINAL UEFA CHAMPIONS LEAGUE 2017
CERITA DARI FINAL UEFA CHAMPIONS LEAGUE 2017
CERITA DARI FINAL UEFA CHAMPIONS LEAGUE 2017

Upacara pembukaan yang mengagumkan dan penampilan dari Black Eyed Peas menyemarakan suasana sebelum pertandingan. Tak terasa pertandingan dimulai, Gol pertama pun tercetak tak lain tak bukan dari Christiano Ronaldo di menit ke 20 dan disusul 7 menit kemudian oleh pemain Juventus. Nah momen ini yang paling membuat saya merinding (karena saya kan duduk diantara Juventini lol), saya juga jadi terbawa suasana senyum-senyum sendiri. Setelah menyeimbangkan kedudukan 1 sama, awalnya saya pikir akan lebih klimaks kalau sampai akhir pertandingan Juventus yang menang kan. Namun nyatanya tidak, setelah gol kedua dan ketiga, beberapa pendukung Juventus yang kemungkinan kalah judi (hahaha)meninggalkan pertandingan sebelum peluit tanda pertandingan selesai ditiupkan.

Walaupun dukungan kepada pemain Juventus tetap diberikan melaui sayap selatan, sepertinya mental pemain Juventus merosot jatuh, bahkan ketika salah satu pemainnya mendapatkan kartu merah dan terpaksa keluar lapangan. Hasil akhir dimenangkan 4-1 untuk Real Madrid, yang kembali membawa piala kebanggan UEFA Liga Champions untuk ke-12 kalinya.

Kesedihan Juventini
Saya sendiri paham bahwa permainan seperti ini membutuhkan skill yang luar biasa, selama pertandingan saya melihat bahwa CR7 cukup dijaga ketat para pemain Juventus. Toh walaupun begitu tetap saja dia berhasil membobol 2 kali gawang Buffon. Tapi kesedihan sangat kentara ketika kamera menyorot Buffon dan dari kejauhan saya hanya bisa melihat dia melambai-lambaikan tanganya, dengan raut muka lesu dan mata yang berkaca-kaca, diikuti oleh kekesalan Juventini dibelakang dan samping kiri saya yang meninggalkan kursi mereka masing-masing. Saya merinding untuk ketiga kalinya malam itu ketika lagu Queen – We Are The Champions bergema seantero stadion. Lagu yang legendaris :’)

Dijalan pulang saya melihat para Juventini bersedih, mereka saling menenangkan sebelum meninggalkan stadion. Air mata pun masih bisa saya lihat ketika saya dengan laparnya mencari makanan di sepanjang Westgate Street, beberapa dari mereka masih terhanyut suasana dan gagal move on, beberapa masih memasang muka sedih dan kesal, sementara yang lain menguatkan mental masing-masing dengan menyanyikan yel-yel kebanggan mereka. Bagi yang lain dan pendukung tim pemenang seakan mengadakan after party sendiri, mereka antre dan memenuhi deretan bar di sekitar stadion.

CERITA DARI FINAL UEFA CHAMPIONS LEAGUE 2017

Untuk saya pribadi dan ribuan yang lain, pertandingan ini adalah pengalaman yang sangat berharga, melihat langsung pertandingan sekelas final UEFA di Cardiff, UK. Walau dari segi teknik, hanya orang-orang tertentu saja yang dapat berkomentar, saya rasa bahwa saya tidak akan pernah mendapatkan pengalaman yang serupa dari menonton pertandingan olahraga lain kecuali sepakbola. Selamat untuk Madridistas dan untuk yang lain, selamat berjuang menuju Final UEFA Champions League 2017/2018 di Kiev, Ukraine


You Might Also Like

0 COMMENTS

FOLLOW ME : INSTAGRAM | BLOGLOVIN | PINTEREST | FACEBOOK | TWITTER

Subscribe

Subscribe