MAGAZINE OH MAGAZINE

Wednesday, March 20, 2013


MAGAZINE OH MAGAZINE - How I love a controversial magazine cover, recently I just made a board on pinterest, a board as a place to magazine cover that I love and of course curated by me, not only controversial in side of meaning but also creative in side of cropping angle and point of view. Vogue Hommes Japan, Dazed and Confused, L'Officiel, i-D, New York Magazine etc etc, moreover all the genius people behind all of this.

Being controversial not always in a sexual way or sex issue cliche, ok maybe not controversial but more to attractive magazine cover; meaningful, memorable, telling everything inside the magazine, telling people what's really going on and collectible. To see something beautiful, unimaginable, unpredictable, it's gonna be so refreshing. For some who love making a magazine, this is like a spiritual approach LMAO, you know idealism, satisfaction, personal touch etc etc.

I have heard that L'Officiel will come to Indonesia, L'Officiel Indonesia, well that was rumors since last year, but I am still looking for the true information, that's a good and powerful magazine, I love how their team make such a beautiful images and since 1921, it's really big. I hope so it will be here, I believe that we have enough talent to make an Indonesia's magazine industry so much better, or at least make a memorable creation through fashion images. Not only the magazine itself but also the local designers...

Talking about (new) local designers who produce ready to wear line. Do you ever think to make some samples and send them to a magazine? hahaha


Kalo menurut pandangan saya, sebuah majalah yang menjunjung statement kontroversial selain pada konten juga pada cover yang diusungnya adalah majalah dengan tingkat niatan yang tinggi untuk berkontribusi pada masyarakat, entah baik atau berdampak buruk, sebuah majalah dengan cover kontroversial selalu membuat saya penasaran sekaligus kagum, baik majalah idealis ataupun komersial, tapi memang sudah seharusnya seperti itulah sebuah majalah.

Atau tidak perlu jauh-jauh untuk memprovokasi, cover majalah sekiranya terlihat kreatif saja, sepertinya jarang ditemukan di negara ini, kalo covernya extraordinary atau bahkan extraterrestrial sepertinya lumayan juga untuk dikoleksi atau mungkin jadi pajangan di dinding. Tapi selain itu sebuah cover juga fungsinya kan untuk menarik perhatian orang-orang bahkan yang bukan pembaca setia, itu kenapa terkadang suka random atau terkesan berhalusinasi tapi artsy. Begitupun dengan penggunaan selebriti yang memang pada dasarnya meningkatkan pemasaran, tapi jika formulannya selebriti + artsy? Cover John Lennon dan sang istri Yoko Ono di majalah Rolling Stone Januari 1981 disinyalir menjadi majalah dengan cover paling populer selama 40 tahun terakhir.

Begitupun dengan isi, memberi informasi jelas, tapi informasi yang seperti apa? saya rasa mengapa majalah atau lebih luas lagi printed media yang butuh waktu untuk mengolahnya, sebaiknya isinya lebih dari hanya immediate release dan rubriknya beragam tapi satu benang merah, kalo difungsikan untuk informasi seperti itu, pilihannya kini adalah portal digital seperti blog, online magazine yang terintegrasi ke social media seperti facebook, twitter, instagram, pinterest, google+, linkedin dan semacamnya, duh banyak juga ya. Jadi kompetisinya sekarang di siapa yang paling up to date atau siapa yang paling menginspirasi, kalau majalah yang isinya sudah bisa kita liat dan cari di google, ya siap-siap saja untuk karam kaya kapal karatan membosankan, mana ada yang mau naik.

Wah rasanya jika satu proyek untuk cover power issue dan spread saja budget-nya bisa mencapai US$300.000, mungkin rela ya buat yang spektakuler (ini bicara fashion magazine ya), tapi kontroversial bukan berarti harus mahal, paling tidak memang ada modus dan arti terselubung dalam cover tersebut, bahkan jika hanya rentetan kata-kata, gesture tubuh atau bahkan properti yang dipakai, yang artinya foto bisa saja dilakukan hanya di dalam studio, lebih praktis tapi otak memang bekerja. Target market juga sepertinya tidak akan terlalu berpengaruh jika mereka sudah tau benar apa yang akan mereka dapatkan jika membaca sebuah majalah tertentu.

Tapi ngomong-ngomong kalian masih baca majalah gak sih?


Image via Thoughtscrawls

You Might Also Like

2 COMMENTS

  1. Waduh, kalo cover majalah kontroversial di Indonesia paling udah gulung tikar dan tutup dagangan kali yaa. Klo di tanya masih suka baca majalah, yes, I read a lot not only fashion magazine but also health magazine, teenage magazine and etc. Since I read this post bilingual, so I post a comment bilingual too :P

    MY WHISPERING STYLE

    Regards,
    Fahmy Haryandi, "The Whisperer"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sih ya kalo kontroversial, ok deh gak usah kontroversial, simple tapi kreatif aja deh. Majalah kreatif disini juga kan gak banyak, creative mature yaaa.

      Delete

FOLLOW ME : INSTAGRAM | BLOGLOVIN | PINTEREST | FACEBOOK | TWITTER

Subscribe

Subscribe